Pamor dari frozen food atau makanan beku olahan semakin hari semakin meningkat, karena frozen food ini dianggap semakin memudahkan pekerjaan ibu dalam memasak dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Namun, tak sedikit mitos yang muncul di masyarakat terkait frozen food yang kadang memberikan pengaruh sehingga banyak orang menjadi khawatir bila mengkonsumsinya.
Lalu apa saja sebenarnya mitos frozen food yang beredar di masyarakat?

Berikut ini beberapa ulasannya :

Kandungan gizi pada frozen food tidak sebaik makanan segar

 

Photo By Ilustrator

Salah satu mitos yang paling sering didengar terkait dengan frozen food adalah mengenai kandungan nutrisi dan gizi yang dianggap tidak sebaik makanan segar yang tidak melalui proses pembekuan. Hal ini merupakan anggapan yang salah. Teknik pembekuan makanan yang tepat justru dapat mempertahankan nutrisi dan kandungan gizi yang ada di dalamnya agar dapat tetap optimal meski pun disimpan dalam waktu lama.

Oleh karena itu, bila frozen food terdiri dari bahan baku berkualitas dan diproses dengan higienis, tentu kualitas gizi dari frozen food tidak akan kalah dengan makanan atau bahan makanan segar.

Di sisi lain, makanan atau bahan makanan segar pun seringkali tidak memiliki nutrisi maksimal karena dipetik sebelum saatnya matang. Hal ini seringkali dilakukan agar pada saat distribusi atau saat dijual tidak mengalami pembusukan karena telah terlalu matang. Bagi Anda yang mencari rekomendasi frozen food yang sehat, enak, berkualitas dan memiliki harga bersaing, Anda dapat mencoba berbagai olahan hasil laut dari Ardena Food.

Bisa membekukan makanan apa pun tanpa batas waktu

 

Referensi & Sumber : https://goukm.id/peluang-usaha-frozen-food/
Foto Ilustrasi

 Beberapa mitos lain yang beredar salah satunya adalah makanan apa pun dapat dibekukan. Bila dilihat dari segi keamanan, hal ini tidaklah salah. Namun, bila berbicara mengenai aspek tekstur, kualitas, hingga citarasa, tentu ada beberapa jenis makanan yang tidak dapat dijadikan frozen food.

Contohnya adalah sayuran seperti selada, saus atau krim yang dapat berkurang kualitas dan rasanya karena menjadi pecah saat dibekukan, dan minuman kopi, di mana minyak di dalamnya dapat menjadi rusak bila dilakukan pembekuan.

Tak hanya itu, banyak juga orang yang beranggapan bahwa frozen food dapat disimpan selama apa pun tanpa batas waktu. Hal ini tentu merupakan pendapat yang salah. Setiap makanan yang dibekukan menjadi frozen food tetap memiliki jangka waktu penyimpanan terbaik. Perbedaan jangka waktu penyimpanan ini biasanya tergantung dari jenis makanannya. Untuk makanan – makanan olahan, sup atau lauk yang sudah dimasak, jangka waktu penyimpanan di dalam freezer adalah sekitar 2 – 3 bulan.

Sementara untuk bahan makanan atau adonan mentah, dapat disimpan dalam freezer dalam kisaran waktu 9 – 12 bulan. Agar kualitas makanan tetap terjaga selama disimpan, Anda juga perlu memastikan bahwa makanan telah dibungkus dengan rapat.

Proses pembekuan akan membunuh bakteri

 

Foto Ilustrator

 Mitos selanjutnya mengenai frozen food adalah dapat membunuh bakteri karena proses pembekuan. Hal ini merupakan anggapan yang kurang tepat. Adanya proses pembekuan sebenarnya tak serta merta akan membunuh bakteri yang mungkin terkandung dalam makanan beku Anda, melainkan hanya menonaktifkan bakteri saja. Saat Anda mencairkannya sebelum memasak, maka bakteri tersebut dapat kembali aktif.

Untuk mengantisipasi hal ini, bila frozen food Anda tidak habis dalam sekali masak, Anda dapat segera meletakkannya kembali pada freezer dan hindari untuk meletakkan di suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Agar makanan hasil olahan frozen food Anda tetap bergizi tinggi dan terhindar dari bakteri, Anda juga perlu untuk melakukan pengolahan atau proses memasak yang tepat. Dibanding dengan mencairkan dengan merendam dalam air panas, lebih baik bila Anda melakukan pencairan di dalam kulkas dan memasak makanan hingga matang.

Makanan beku tidak dapat dicairkan dan dibekukan kembali secara berulang

 

Foto Ilustrasi


 Mitos lainnya adalah terkait dengan penyimpanan frozen food yang tidak dapat dibekukan kembali setelah dicairkan. Padahal, jika Anda melakukan proses pencairan yang tepat, seperti memindahkan frozen food yang ingin dicairkan pada bagian kulkas dan dibiarkan mencair perlahan, tentu frozen food Anda dapat dibekukan kembali secara berulang. Namun, bila Anda mencairkan frozen food pada suhu ruangan, hal ini memungkinkan bakteri akan berkembang biak, sehingga Anda tidak disarankan untuk membekukannya kembali.

Jadi saat Anda akan memproses frozen food, perlu diketahui dulu apakah Anda akan memasak seluruhnya atau sebagian akan disimpan kembali. Bagi Anda yang memasak frozen food secara bertahap, perlu diketahui cara penyimpanan dan pencairan yang tepat agar kualitas frozen food Anda tetap maksimal.

Menyimpan frozen food dapat di bagian freezer mana saja



Foto Ilustrasi


Mitos lain yang banyak beredar di masyarakat terkait dengan frozen food adalah dapat disimpan di freezer kulkas bagian mana saja. Hal ini karena banyaknya orang yang menganggap bahwa suhu di seluruh bagian freezer sama saja. Padahal, bila Anda tak jeli menempatkan frozen food Anda pada bagian yang tepat, bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kualitas makanan beku Anda.

Suhu pada pintu freezer umumnya lebih tidak stabil, karena dipengaruhi oleh suhu ruangan saat Anda sering membuka tutup freezer untuk mengambil sesuatu. Agar frozen food Anda dapat tersimpan dengan baik, Anda perlu memperhatikan bagian penyimpanan freezer yang disesuaikan dengan kebutuhan

penyimpanan Anda. Bila Anda menganggap frozen food akan sering digunakan, sebaiknya Anda meletakkan pada bagian pintu atau di dekat luar pintu freezer. Sebaliknya, untuk makanan tertentu yang jarang digunakan, agar kualitasnya tetap terjaga dan aman untuk Anda gunakan dalam jangka waktu lama, Anda dapat menyimpannya di bagian yang lebih dalam dari freezer. Suhu pada bagian ini cenderung lebih stabil dan tidak akan terpengaruh udara dari ruangan di luar freezer.

Membeli frozen food berkualitas



Ardena - Fish Donut Nugget 300gr
Photo By Ardena Food


Frozen food tentu dapat menjadi makanan praktis yang dapat menjadi solusi masak cepat dan mudah, apalagi bila para ibu merupakan working mom yang harus segera bersiap untuk berangkat ke kantor, tanpa mengabaikan kebutuhan sarapan untuk keluarga. Tetapi, agar kesehatan dan kualitas frozen food yang Anda gunakan terjamin, Anda perlu untuk memilah dengan baik frozen food mana yang memiliki kualitas yang lebih baik.

Salah satu frozen food atau makanan beku olahan yang berkualitas di Indonesia adalah Ardena. Ardena merupakan salah satu pelopor frozen food berkualitas yang berfokus menyediakan berbagai olahan seafood. Selain menggunakan bahan baku berkualitas, seluruh proses pengolahan produk Ardena menggunakan teknologi tinggi, prosedur yang baik dan ditangani oleh tim yang terampil di bidangnya, sehingga menghasilkan produk olahan dengan citarasa tinggi, sehat, bergizi, dan mudah untuk disajikan. Beberapa produk frozen food dari Ardena di antaranya adalah : Fish Ball, Fish Scallop, Fish Roll, Fish Crabroll, dan lain – lain.

Tags:

Leave a Reply